Selasa, 08 Desember 2015

Mata Dengan Mata



Aku suka berbicara pada cermin. Ini seperti aku bisa berbicara pada diriku sendiri. Melontarkan  setiap pertanyaan yang sangat ingin aku ajukan. Mencoba mencari jawaban atas apa yang selalu menjadi tanya didalam kepalaku.

Seperti itulah ketika aku bertatapan dengan cermin. Meskipun sisi lain dalam diriku hanya diam saja. Membisu tanpa memberi sedikitpun jawaban atas kegundahan ku selama ini.

Tapi aku menyukainya. Ketika mataku bisa saling bertatapan satu sama lain. Seakan kami bertemu dan saling mencari sebuah makna dalam tatapan itu. Meski lagi-lagi yang didapatkan hanyalah tatapan hampa tanpa makna. Selalu saja sendu. Sesendu langit selepas hujan reda. Sesendu langit tatkala menjemput senja.

-Ah, jika tatapan ku seindah senja, mengapa ia masih saja enggan menolehkan kepalanya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar