Seperti hari-hari sebelumnya, malam masih menjadi tempatku menuliskan rindu.
Masih rindu ini terpaku
Masih rindu ini terpaku
Di antara hati yang kian berdesir
Wajah yang pilu
Namun tak jua jadi akhir
Karna inilah aku
Yang hatinya tersihir
Lidah pun kian beku
Kala senyum itu kau ukir
Itu memang kamu
Tak usah berfikir
Tidak ada komentar:
Posting Komentar